Ippermata Jaya Hipnotis Penonton dengan Kisah Amad Rahmayang

Ketua DKAB: Ada 50 Sanggar Tampil di Anjungan

Teater Grup seni sanggar Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kuta Cot Glie (IPPERMATA) yang menampilkan atraksi teaterikal Amad Rahmanyang di anjungan Aceh Besar, Sabtu (11/11). Foto: Prokopim Abes

Banda Aceh – Sanggar seni Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kuta Cot Glie (IPPERMATA) Jaya berhasil menghipnotis penonton dengan atraksi teaterikal Amad Rahmayang di panggung utama Anjungan Aceh Besar, Sabtu (11/11).

Penampilan Cerita Amad Rahmanyang merupakan cerita rakyat yang berasal dari Krueng Raya Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar.

Sanggar binaan Kang Awier itu secara detail menceritakan bagaimana pemuda yang meninggalkan ibunya untuk pergi merantau.

Sebenarnya Hati Mak Minah hancur lebur. Betapa tidak, Amad Rahmayang, anak semata wayangnya, satu-satunya keluarga yang dia miliki, pergi saat usia Mak Minah sudah senja. Hingga menjelang tengah malam, Mak Minah tak beringsut dari atas Dipan di depan Gubuknya yang reyot. Ia masih bersedih selepas ditinggal merantau sang anak simatawayang.

BACA JUGA:  Polres Aceh Besar Gencarkan Giat Sambang ke Warga di Desa Binaan

Jika jejak kisah Malin Kundang konon berupa bentuk batu di Pantai Air Manis, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, maka Amad Rahmayang berupa Gle Kapai (bukit kapal ) yang terdapat di kawasan pantai Leuen Lhok, Kabupaten Aceh Besar.

Sekitar 1 kilometer dari bibir pantai, terdapat sebuah karang besar yang dipercaya merupakan kapal Amad Rahmayang. Kapal bersama seluruh isinya, termasuk Amad Rahmayang berubah menjadi batu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *