Ungkapan Adik Prabowo Soal Dugaan Praktik Korupsi di Kemenhan, Kebenaran atau Pencitraan ?

Hashim Djojohadikusumo (adik kandung Menteri Pertahan RI). Foto: Kompas.com

Jakarta – Adik dari Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, bicara soal dugaan praktik korupsi yang terjadi di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Hashim mengungkapkan, dugaan korupsi yang terjadi di kementerian yang dipimpin kakaknya itu sudah melewati level “gila”.

Bahkan, menurut dia, ada kontrak pembelian senjata yang nilainya mencapai Rp 51 triliun. Akan tetapi, setelah diperiksa, rupanya terjadi mark up besar-besaran dalam kontrak tersebut.

BACA JUGA:  Kapolda Jateng Pastikan Pengamanan U-17 Dilakukan secara Humanis

Meski begitu, Hashim menegaskan, Prabowo tahan akan godaan. Ia mengatakan, sang kakak selalu menggagalkan dugaan praktik korupsi di Kemenhan.

Kontrak Rp 51 triliun di meja Prabowo
Hashim mulanya bercerita mengenai momen Prabowo yang baru diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada 2019.

Di bulan-bulan pertama Prabowo bekerja, ia mengatakan, sang kakak harus menandatangani kontrak senilai Rp 51 triliun. Namun, kontrak yang nilainya fantastis itu ternyata terindikasi korupsi mark up.

BACA JUGA:  Koalisi Masyarakat Sipil Desak Komisi I DPR Evaluasi KSAD Maruli Simanjuntak

“Rp 51 triliun di atas meja dia. Dan waktu itu kami sudah dapat laporan, saya dapat laporan, di kontrak ini korupsi mark up-nya gila. Ini lebih gila, ini gila, ini gila, gilanya memang melampaui gila, Pak,” ujar Hashim di acara Guyub Nasional di Jakarta Pusat, Rabu kemarin (15/11/2023).