.

Panik ! Dianggap Jadi Ancaman, Israel Bunuh 3 Warganya yang Disandra Hamas

PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto:Ist)

Israel – Israel berduka atas kematian tiga warganya yang disandera Hamas di Gaza, yang tewas akibat tembakan pasukan Israel. Mereka tewas setelah pasukan Israel tak sengaja membunuh mereka karena mengira mereka sebagai ancaman.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyebut kematian mereka sebagai “tragedi tak terkira”.

“Seluruh Israel berduka atas kehilangan mereka,” katanya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (16/12/2023).

Militer Israel mengatakan Yotam Haim, Alon Shamriz dan Samer El-Talalqa — ketiganya berusia 20-an tahun — tertembak selama operasi di kawasan Kota Gaza.

BACA JUGA:  Klasemen Liga Inggris dan Top Skor Pekan Ke-24 setelah Manchester City Kalahkan Everton 2-0

Ketiganya termasuk di antara sekitar 240 orang yang disandera selama serangan Hamas pada 7 Oktober ke Israel, yang juga menewaskan sekitar 1.200 orang.
Militer Israel menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden tragis itu.

“Selama pertempuran di Shejaiya, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) secara keliru mengidentifikasi ketiga sandera Israel itu sebagai ancaman dan akibatnya, menembak ke arah mereka dan para sandera tersebut terbunuh,” kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Daniel Hagari.

BACA JUGA:  PJ Gubernur Aceh Dikabarkan Nonaktifkan Dirut dan Direktur Bank Aceh, Fadhil Ilyas Jadi Plh

“IDF menyampaikan duka mendalam atas bencana ini dan turut berduka cita bagi keluarga korban,” imbuhnya.

Jenazah mereka telah dibawa ke Israel, dan dari pemeriksaan dipastikan mereka adalah Haim, seorang drummer heavy metal berusia 28 tahun, pria berusia 25 tahun, El-Talalqa dan Shamriz, berusia 26 tahun.