Opini  

Rohingya, Mereka Juga Manusia, Beda Etnis Saja

Imigran Rohingya yang terdiri dari pria dan wanita dewasa hingga anak-anak tiduran di lobi kantor Gubernur Aceh usai dipindah paksa warga, Minggu (10/12/2023).Foto: CNNIndonesia/Dani

Jalan keluar atau solusi dalam menghadapi kontroversi ide terhadap penganan pengungsi Rohingya, penulis rangkum dalam dua poin berikut berdasar pada refleksi, analisis dan pandangan diharapkan dapat memberi pencerahan dan kontribusi khususnya melalui literasi.

  1. Menepis Hoaks Konolianisme Sekelompok

Jika saja dicermati secara jeli, tampak bahwa tidak pernah ada aksi dari etnis Rohingya berusaha meminta “jatah” tanah kepada kerajaan Malaysia terlebih hendak merampas dan merenggutnya dari masyarakat. Aksi etnis Rohingya di Malaysia atau lebih tepatnya di depan Kedutaan Besar Myanmar adalah dalam rangka meminta tanah mereka di negara asal untuk dikembalikan sebagai hak mereka kepada pihak pemerintah negara Myanmar.

Herriy Cahyadi seorang jurnalis dan aktif membahsa isu pengungsi Rohingya dalam podcast The Sungkars Family mengungkapkan bahwa beberapa narasi yang sering dikaitkan dengan pengungsi Rohingya seperti mereka dikatakan hendak mengambil alih tanah di aceh lantaran mereka tidak memiliki kekuatan militer, mereka yang terusir menginginkan untuk kembali ke tanah mereka.

BACA JUGA:  Saatnya Seniman Aceh Berijazah

Adapun terkait aksi demonstrasi tahun 2017 di Malaysia, menurut Herriy tahun tersebut merupakan puncak dari genosida terhadap pengungsi Rohingya di Myanmar sejak tahun 2007, 2009 sudah mulai ada yang mengungsi akibat aksi tersebut. Mereka menuntut agar pemerintah Myanmar mengakhiri aksi kekerasan terhadap Rohingya, juga menuntut agar dapat mengembalikan kewarga negaraan mereka.