YBHA Tangani 215 Kasus di Tahun 2023, Kasus Perceraian, Pelecehan Seksual Tertinggi

Banda Aceh – Yayasan Bantuan Hukum Anak (YBHA) Peutuah Mandiri, dalam setahun terakhir telah menangani 215 kasus. Dalam kerja advokasinya, YBHA fokus penanganan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dan advokasi terhadap hak-hak perempuan di Provinsi Aceh.

YBHA Peutuah Mandiri mencatat bahwa perceraian masih menduduki angka paling tinggi, dan disusul pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan yang dilakukan oleh orang terdekat korban di posisi berikutnya.

“Selama satu tahun ini, berkaca pada pengalaman kasus perceraian yang telah kami tangani. Motif terjadinya tindak perkara tersebut berlatarbelakangkan berbagai hal, dari permasalahan ekonomi, KDRT, sampai banyaknya suami yang menelantarkan keluarga serta alasan salah satunya adalah judi online,” tulis YBHA Aceh, sebagaimana rilis yang diterima media ini, Jumat (29/12/2023).

BACA JUGA:  Yayasan Bantuan Hukum Anak Banda Aceh Tegaskan Tidak Ada Kutipan Disekolah

Menyangkut trend baru alasan perceraian yakni permainan judi online patut diwaspadai karena akan mendominasi di tahun-tahun berikutnya. Alasan ini muncul karena minimnya lapangan pekerjaan yang menjanjikan, sehingga mereka mencari alternatif baru dalam menghasilkan pundi-pundi ekonomi karena tergiur dengan ajakan agen-agen judi online tersebut.

“Kasus perceraian ini sangat memprihatinkan karena sudah barang tentu berimbas pada psikologis dan tumbuh kembang anak pasca perceraian orangtuanya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *