.

Terkait Kasus Gampong Rinon, Alfian MaTA: Pj Bupati Jangan Ada Upaya ‘Melindungi’ Pejabat Bermasalah

Alfian (Koordinator MaTA). Foto: ist

Aceh Besar – Menyikapi perkembangan penanganan kasus Gampong Rinon, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar,  usai diaudit pihak inspektorat Aceh Besar  terkait penggunaan dana desa setempat dan desakan tokoh dan masyarakat Gampong Rinon untuk pemberhentian Keuchik Hermanto  dari jabatannya beberapa waktu lalu, hingga kini belum ada titik terang.

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian meminta agar Pj Bupati Aceh Besar tidak ‘melindungi’ pejabat bermasalah.

Ia mempertanyakan, mengapa persoalan Gampong Rinon belum juga tuntas, padahal hasil audit tim Inspektorat Kaupaten Aceh Besar telah usai dan telah keluar.

“Pj Bupati jangan ada upaya ‘melindungi’ orang-orang yang bermasalah,”kata Alfian.

BACA JUGA:  Tertinggi di Aceh Tertibkan PSU, Muhammad Iswanto Peroleh Penghargaan KPK

“Seharusnya sudah waktunya Pj Bupati untuk mengambil langkah tegas, terutama secara administrasif, karena ada kewenangan Bupati dalam menertibkan Kepala desa dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam aturan,” kata Alfian, sembari memberikan contoh salah satunya adalah terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi atau penyimpangan administrasi, saat dikonfirmasi media ini, dua hari lalu.

Menurut Alfian, kasus Keuchik Gampong Rinon ini sudah terkuak sejak setahun lalu dan terbukti melakukan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD), namun kasus tersebut selesai lewat mediasi dengan Inspektorat dan Polres Aceh Besar, yang akhirnya berujung pada pengembalian uang kerugian negara senilai Rp 170 juta lebih.