Sebut Israel Lebih Biadab dari Nazi, Eks Pejabat AS: Nazi Merasa Malu, Israel Tidak!

Warga Sipil Israel Dibunuh Militer Israel pada 7 Oktober

Tentara Israel memegang kerangka plastik yang ditemukan di Gaza dan dibawa ke Israel, di tengah konflik Israel dan Hamas, 27 Desember 2023. Sejumlah media menilai kerangka itu sebagai simbol pembantaian terhadap warga Palestina di Gaza.Foto: REUTERS.

USA – Mantan pejabat Amerika Serikat secara terang-terangan menyebut Israel jauh lebih biadab daripada Nazi dalam genosida yang berlangsung di Gaza selama tiga bulan terakhir.

Chas Freeman, mantan asisten menteri pertahanan AS untuk urusan keamanan internasional dan juga mantan duta besar untuk Arab Saudi, mengatakan bahwa Israel memang berniat mengusir warga Palestina dari Gaza, sebuah kejahatan perang.

“Nazi setidaknya mempunyai rasa malu dan bersalah sehingga mereka berusaha menyembunyikan apa yang mereka lakukan. Israel sangat terbuka mengenai hal ini,” kata Freeman dalam wawancara dengan situs Salt Cube Analytics yang dilansir Anadolu pada Selasa 9 Januari 2024.

BACA JUGA:  Organisasi Pers Aceh Kecam Intimidasi Jurnalis oleh Pengawal Firli

Freeman menegaskan bahwa tindakan Israel di Gaza pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai genosida, karena mereka berusaha untuk menggusur secara paksa atau merugikan warga Palestina melalui metode seperti pengeboman atau menahan sumber daya, sehingga menyebabkan kelaparan massal.

BACA JUGA:  Tumpah Ruah Kekesalan Sandera Israel Saat Bertemu Netanyahu

Dia menambahkan bahwa Israel tidak akan dapat melancarkan perangnya di Gaza tanpa bantuan dari Amerika Serikat.

Freeman menyebut bahwa Presiden Joe Biden “terus memberikan landasan” mengenai masalah ini, saat presiden AS telah beralih dari oposisi terhadap gencatan senjata menjadi menyetujui “gencatan senjata kemanusiaan.”