Kepala Kepolisian Seoul Didakwa Lalai atas Tragedi Halloween Itaewon

Sebuah jalan di distrik Itaewon dipadati sekitar 100.000 orang saat perayaan pesta Halloween yang berujung tragedi pada Sabtu malam, 29 Oktober 2022. Tragedi Halloween di Itaewon membuat 156 orang tewas dan ratusan lainnya terluka karena saling berhimpitan di jalanan yang sempit. Foto: Ist 

Dunia- Kejaksaan Korea Selatan mendakwa Kepala Badan Kepolisian Metropolitan Seoul (SMPA) Kim Kwang-ho atas tuduhan kelalaian dalam menangani tragedi kerumunan Halloween Itaewon pada 2022 yang menewaskan hampir 160 orang. Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Barat dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat, 19 Januari 2024 mengatakan Kim didakwa melakukan kelalaian profesional yang mengakibatkan cedera atau kematian.

Kim tercatat menjadi pejabat kepolisian berpangkat tertinggi yang didakwa atas tragedi tersebut. Menurut pernyataan kantor kejaksaan, sebagai ketua SMPA, Kim dituduh tidak mengambil tindakan yang diperlukan, seperti mengerahkan pasukan polisi yang memadai dan memastikan komando dan pengawasan yang tepat pada hari terjadinya peristiwa tersebut. Kejaksaan juga mengatakan Kim dapat melihat potensi bahaya yang timbul dari kepadatan yang berlebihan di kawasan Itaewon.

BACA JUGA:  Sejumlah Mahasiswa di Banyumas Gugat Anwar Usman Senilai Rp 1,3 Triliun

Dakwaan terhadap Kim muncul lebih dari setahun setelah insiden kerumunan atau crowd crush pada Oktober 2022, yang menewaskan 159 orang pada perayaan Halloween di akhir pekan di distrik hiburan Itaewon, Seoul, Korea Selatan.

Perayaan tahunan di kawasan Itaewon yang terkenal dengan kehidupan malamnya, berubah menjadi tragedi mematikan pada 29 Oktober 2022 setelah puluhan ribu anak muda berkerumun di gang-gang sempit untuk merayakan Halloween pertama setelah pembatasan Covid-19. Tim investigasi mengatakan pihak berwenang termasuk polisi tidak merancang langkah-langkah keselamatan meski kerumunan orang banyak memungkinkan terjadinya kecelakaan, dan tidak mengambil langkah-langkah yang tepat bahkan setelah ada seruan penyelamatan.

Penulis: TempoEditor: Dahlan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *