Imbas Baku Tembak TNI-Polri dengan KKB OPM di Intan Jaya, LBH Papua Bilang Ratusan Masyarakat Sipil Butuh Posko Pengungsi

TPNPB-OPM klaim serang pasukan TNI-Polri di Titigi, Papua. Foto: Tempo

Papua  – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Papua, Emanuel Gobay menuntut Palang Merah Indonesia atau PMI, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk membangun posko pengungsi dan penuhi kebutuhan pokok ratusan pengungsi akibat konflik bersenjata di Intan Jaya. Akibat konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, menurut Emanuel, telah mengakibatkan ratusan masyarakat sipil yang terpaksa mengungsi dari kampung halamannya ke beberapa tempat yang diyakini aman.

“Berdasarkan data ini jumlahnya 260 orang yang mengungsi ke rumah Pastori,” kata Emanuel melalui keterangan tertulisnya pada Ahad, 28 Januari 2024.

Adapun berdasarkan data Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa atau menurut TNI-Polri, ujar Emanuel, jumlah pengungsi saat ini mencapai 500 orang. Menurut dia, ada kemungkinan bertambah seiring maraknya aksi teror yang dilakukan KKB OPM.

BACA JUGA:  Polda Sumut: 15 oknum personel Polrestabes Medan sudah PTDH 

“Sementara PMI, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya belum buat posko jadi kami tuntut segera buat,” ucapnya.

BACA JUGA:  Banjir meluas, jumlah pengungsi di Kudus bertambah capai 1.619 jiwa

Terlepas dari perbedaan kedua data tersebut, menurut Emanuel, masyarakat sipil telah menjadi pengungsi akibat konflik bersenjata antara TNI-Polri dan TPNPB-OPM di Kabupaten Intan Jaya. Hal itu membutuhkan penanganan yang serius oleh PMI, pemerintah pusat, Pemerintah Propinsi Papua Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang memiliki tugas untuk memenuhi kebutuan pokok pengungsi akibat konflik bersenjata.