Kenaikan Harga Beras, Bapanas Sebut Ada Stok dari Impor

Petugas melayani warga yang membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) saat didistribusikan di Pabuaran, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 22 Februari 2024. Foto: Antara

Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan pemerintah mengutamakan produksi dalam negeri dalam menghadapi dilema kenaikan harga beras.

“Namun, untuk Bulog, kita sampaikan ketersediaan hari ini memang dari pengadaan luar negeri,” kata Arief ditemui usai rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 18 Maret 2024.

Arief menjelaskan pemerintah mempersiapkan panen Maret-April. Dia mengklaim harga gabah saat ini sudah mulai terkoreksi dengan rata-rata nasional sudah sekitar Rp 6.700.

BACA JUGA:  Ungkapan Adik Prabowo Soal Dugaan Praktik Korupsi di Kemenhan, Kebenaran atau Pencitraan ?

“Artinya, otomatis harga beras terkoreksi dengan catatan produksi itu harus seperti perencanaan,” kata Arief.

Ketika ditanya mengenai ketersediaan dari impor khususnya dari Kamboja, Arief tidak menjelaskan lebih rinci. Presiden Joko Widodo atau Jokowi membahas rencana impor beras dari Kamboja di tengah kenaikan harga beras saat bertemu Perdana Menteri Hun Manet di sela KTT ASEAN – Australia di Melbourne. “Dari Kamboja hanya 22.500 ton,” kata Arief.

BACA JUGA:  Masyarakat Kemukiman Lamteuba Tolak Wacana Penempatan Warga Rohingya

Berdasarkan data panel Bapanas pada Senin pagi, harga beras premium naik 0,91 persen menjadi Rp 16.560 per kilogram sedangkan beras medium turun 0,28 persen menjadi Rp 14.250 per kilogram.

Harga beras hari ini masih jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Adapun, HET beras premium yakni Rp 13.900-Rp 14.800 per kilogram dan harga beras medium sebesar Rp 10.900 – Rp 11.800 per kilogram.