Pengamat: Kasus Pungli di Rutan KPK Seharusnya Ditangani oleh Kepolisian

KPK menetapkan 15 tersangka dan menahannya dalam kasus pungutan liar atau pungli di rumah tahanan KPK, Jumat, 15 Maret 2024. TEMPO/Bagus Pribadi

Jakarta – Peneliti Pusat Studi Antikorupsi Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menyoroti penahanan 15 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sebagai tersangka kasus pungutan liar atau pungli di rumah tahanan (rutan) KPK. Ia menduga ada upaya KPK memperbaiki citra pasca rentetan kasus internal, salah satunya dugaan pemerasan yang dilakukan bekas Ketua KPK Firli Bahuri terhadap Syahrul Yasin Limpo.

“Sulit untuk tak mengatakan kalau memang benar ada upaya memperbaiki citra lembaga dibalik penanganan perkara pungli ini. Karena jika ditangani oleh KPK sendiri, benturan kepentingan penanganan perkaranya terlalu besar,” katanya kepada Tempo, Senin, 18 Maret 2024.

Sebab itu, menurut dia, sejak awal penanganan pungli di Rutan KPK harusnya diproses oleh aparat penegak hukum lain, khususnya kepolisian. “Ini agar prosesnya lebih objektif dan tidak terkesan jeruk makan jeruk,” ujar Herdiansyah.

BACA JUGA:  KPK Buka Suara Dugaan Pengawal Firli Intimidasi Wartawan di Aceh

Ia mengatakan, jika persoalan itu ditangani KPK, maka ranah objektifitasnya diragukan, sehingga tak bisa disalahkan jika ada yang mengatakan penanganan kasus pungli itu malah upaya menyelamatkan personilnya dengan melokalisir penangannya di KPK sendiri. “(Penahahan tersangka di Rutan Polda Metro Jaya) justru mengonfirmasi atau membenarkan kalau perkara ini tak bisa ditangani KPK,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *