Musrenbang Gampong Rinon Berujung Ricuh, Dua Warga Diduga Dianiaya oleh Aparatur Gampong

Suasana Musrenbang Gamping Rinon yang berakhir dengan kericuhan. Foto: for Atjehlife.

Aceh Besar – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2025 Gampong Rinon, Kecamatan Pulo Aceh dikabarkan berkahir Ricuh.

Musrenbang yang digelar di gadung serbaguna gampong Rinon, Jumat (29/03/2024) dihadiri oleh Camat Pulo Aceh, Unsur Muspika Pulo Aceh, Aparatur Gampong Rinon, Tuha Peut Gampong Rinon.

Informasi yang diterima media ini Jumat malam, dari sumber yang dapat dipercaya menyebutkan kronologis kejadian itu berawal dari protes warga gampong Rinon menolak musrenbang karena digampong tersebut saat ini sedang dilanda permasalahan soal aparatur Gampong, mulai di unsur Keuchik hingga Tuha peut.

BACA JUGA:  85 Persen Lebih Tunjangan Sertifikasi Guru di Aceh Besar Sudah Dibayar

Dimana rapat tersebut juga terkesan aneh, sebab yang memimpin Rapat adalah anggota tuha peut, sementara Ketua Tuha Peut tidak ikut serta karena para tuha peut telah melepastangan dengan soal Gampong pasca dugaan penyelewengan sejumlah anggaran Dana Desa oleh Oknum Keuchik Gampong tersebut.

Dalam musrenbang tersebut, warga menuntut Pemkab Aceh Besar untuk segera mem Pj kan Keuchik Gampong tersebut, supaya tidak terhenti pemerintahan di Gampong dimaksud.

Kasak-kasuk dengan sejumlah kritikan warga itu akhirnya beberapa Aparatur Gampong Rinon diduga terlibat memukul dua tokoh masyarakat yaitu Ismail dan Maryati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *