Perusahaan Beretika Buruk Bakal Dapat Skor Governansi Rendah

Ilustrasi Gambar Perusahaan. Foto: Kompas.com

Jakarta – Dalam Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUG-KI) 2021, penilaian governansi korporat, transparency, accountability, responsibility, independency, fairness (TARIF), bertransformasi menjadi empat pilar, yaitu ETAK atau perilaku beretika, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Hal ini untuk mengakomodasi beberapa perkembangan terakhir dalam lingkungan bisnis korporasi.

Artinya, perusahaan beretika buruk akan mendapatkan nilai governansi rendah. Ini sejalan dengan dua perkembangan lingkungan bisnis global yang berdampak signifikan terhadap praktik governansi korporat. Perkembangan pertama adalah semakin kuatnya tuntutan dari masyarakat dan pemerintah terhadap korporasi agar menjalankan bisnisnya secara bertanggung jawab berdasarkan pembangunan berkelanjutan.

Perkembangan kedua adalah kenyataan bahwa tanggung jawab korporasi untuk menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan tidak akan dapat dijalankan dengan efektif jika tidak didasarkan pada perilaku korporasi yang beretika. Perilaku etis yang berlandaskan nilai-nilai moral seperti peduli atas kepentingan pihak lain dapat mengarahkan dan membawa praktik korporasi ke arah perilaku berkelanjutan dan akhirnya menuju tindakan yang bertanggung jawab.

BACA JUGA:  Kapolda Aceh Jadi Narasumber Apel Kasatwil di Jakarta