Banjir dan Longsor Landa Gorontalo dan Nias, 6.125 Jiwa Warga Berdampak, Kerugian Material Capai Milyaran Rupiah

Peta ilustrasi modifikasi cuaca oleh BNPB. Foto: BNPB

Jakarta – Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan tanah longsor di wilayah Provinsi Gorontalo dan Kepuluan Nias bagian Barat, pada Sabtu dan Minggu (15-16 Juni 2024), akibatnya 6.125 jiwa terdampak dan kerugian material mencapai Milyaran rupiah.

Dua wilayah berbeda tersebut dilanda hujan deras yaitu di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada Sabtu, 15 Juni lalu mengakibatkan 2.125 Jiwa terdampak dan di Nias Barat musibah melanda pada Minggu 16 Juni 2024 dan mengakibatkan terdampak pada 4000 jiwa warga serta kerugian material rumah, lahan perkebunan dan lahan pertanian.

Informasi yang diterima dari BNPB menyebutkan Banjir dan Tanah longsor yang melanda tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat dan perekonomian masyarakat.

BACA JUGA:  Berharap Mujizat Munas Lahir Legalitas Tetap Lembaga Seni dan Budaya Indoensia

“Berdasarkan data yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan akibat kejadian banjir ini sebanyak 2.125 jiwa dan 901 rumah terdampak,” tulis Humas BNPB melalui rilis press yang terima media ini, Kamis sore (20/06/2024).

BACA JUGA:  Geuchik Gampong Rinon Di Pj kan, Program Prioritas Gampong Disepakati

Lanjut Humas BNPB berpedoman pada laporan peringatan dini BMKG, wilayah Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo masih berpotensi hujan lebat dengan status waspada.

Pihak BPBD Kabupaten Pohuwato masih terus melakukan pendataan dan berkoordinasi serta memonitoring dampak banjir dengan sejumlah pihak di wilayah kejadian.