“Perusahaan menginisiasi untuk membuat program pengolahan agar lingkungan dapat bersih tetapi dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan ilmu bagi para napi,” terang Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Menurut Hermansyah, sinergi KPI melalui Kilang Pertamina Balongan dengan Lapas Balongan dalam program pemberdayaan warga binaan tersebut sudah berjalan secara berkesinambungan selama 5 tahun.

BACA JUGA:  Ketua DKA Provinsi Aceh dan Kabupaten Kota Akan Hadiri Munas di Jakarta

Hermansyah menyampaikan, program tersebut berawal dari kondisi lingkungan lapas yang memiliki sampah yang belum diolah. Untuk menjalankan program yang direncanakan, dibentuklah kelompok warga binaan laki-laki dengan nama Bimasakti, sementara untuk perempuan dibentuk kelompok Srikandi.

Agar benar-benar bermanfaat, warga binaan yang masuk kelompok tersebut harus yang memiliki sisa masa tahanan maksimal 3 tahun lagi. Saat ini terdapat penerima manfaat sebanyak 25 orang yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.

BACA JUGA:  Masinis di Jerman Galar Aksi Mogok, Ratusan Ribu Penumpang Kereta Tak Terangkut

Ada beberapa keahlian yang diajarkan dalam program tersebut, diantaranya pengelolaan sampah organik melalui maggot, kebun organik metode hidroponik, perikanan organik, pengolahan sampah anorganik menjadi suvenir serta pembuatan makanan dari bahan yang berasal dari kebun dan perikanan organik.