“Terhadap 15 orang tersebut itu sudah dilakukan PTDH atau pemecatan berdasarkan sidang etik yang dilakukan oleh Polrestabes Medan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi di Medan, Rabu.Oleh karena itu, kata Hadi, 15 oknum anggota polisi itu sudah memiliki status dipecat atau sudah tidak aktif lagi dalam kedinasan.
BACA JUGA:  Polri Tangkap Buronan Thailand Paling Dicari

Mantan Kapolres Biak Papua ini mengatakan dari 15 personel yang dipecat itu memiliki alasan, di antaranya melakukan pelanggaran disiplin seperti tidak masuk kantor 50 – 60 hari kerja, pada akhirnya diberikan tindakan indisipliner.

“Terkait adanya peristiwa tindakan pidana yang dilakukan, itu setelah atau pascaputusan sidang PTDH itu dilakukan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Gaji Tak Kunjung Dibayar, Pria Ini Nekat Mudik Jalan Kaki

Dalam perkara yang dilakukan oleh oknum tersebut, Hadi mengatakan secara data pada 2018 dan 2020 tindakan indisipliner yang dilakukan, kemudian dilakukan pemecatan 2022 dan 2023.

Terkait penyebaran DPO tersebut, menurut Hadi, pihaknya memiliki semangat keterbukaan bahwa tidak memberikan toleran kepada anggota yang bersalah atau melanggar kode etik untuk dilakukan penindakan tegas.