.

Upaya Mempercepat Aksesibilitas Internet di Wilayah 3T

Sekretaris Desa, Suherlin dan warga Gosong Telaga Selatan, Aceh Singkil, saat mencoba jaringan internet dari BAKTI Aksi. Foto: Tempo.co

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mempercepat pemerataan akses internet di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Pada 2025, BAKTI Kominfo menargetkan realisasi konektivitas digital di semua desa dengan penuntasan pembanguanan BTS 4G.

Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Danny Januar Ismawan, mengatakan saat ini pemerintah terus berupaya melakukan percepatan pemerataan infrastruktur digital, di sisi hulu melalui program Palapa Ring dan Satria-1. “Kemudian program pembangunan menara pemancar atau base transciever station (BTS) dan juga akses internet gratis di titik layanan publik,” kata Danny.

BACA JUGA:  Kenaikan Harga Beras, Bapanas Sebut Ada Stok dari Impor

Namun, Danny melanjutkan, pemerintah tidak bisa sendirian melakukan pemerataan aksesibilitas digital di Indonesia. Peran para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan dalam mempercepat akses digital. “Harus ada kerja sama dan sinergi pemerintah dengan industri telekomunikasi untuk mencapai pemerataan ideal,” ucapnya.

BACA JUGA:  BLT Terbaru Jokowi Rp 200 Ribu per Bulan untuk 18,8 Juta Keluarga, Anggaran Tembus Rp 11, 25 Triliun

Karena itu, dia melanjutkan, kedepan perlu peran aktif dari stakeholder untuk ikut berkontribusi dalam percepatan pembangunan khususnya di sisi hilir, salah satunya literasi digital untuk mempercepat adopsi teknologi bagi masyarakat di wilayah 3T. “Dengan begitu pembangunan infrastruktur dapat bermanfaat dan memberikan nilai tambah,” ujarnya.