5 Langkah Mengelola Potensi Wisata Alam di Desa

Saat ini banyak sekali wisata alam yang baru bermunculan. Hal tersebut tidak luput dari peran masyarakat setempat bersama dengan pemerintah daerah bahu membahu untuk mengembangkan potensi wisata alam yang ada.

Jika dulu hanya ada satu dua saja jenis pantai maka saat ini banyak sekali jenis pantai yang bisa dikunjungi, selain itu wisata air terjun atau curug juga semakin banyak dikarenakan masyarakat setempat berhasil mengelolanya.

Potensi wisata alam yang dimiliki bisa mendatangkan keuntungan karena menghasilkan pendapatan daerah, selain itu masyarakat juga akan mendapatkan rezeki dari pengunjung yang datang.

Berikut ini adalah tips mengelola potensi wisata alam di daerah yang bisa dilakukan:

1.      Berembuk dengan Komponen Desa

Potensi wisata alam bisa dari berbagai macam aspek, misalnya saja ada wisata alam buatan dan juga wisata alam alami. Untuk bisa menarik minat masyarakat potensi wisata alam yang diunggulkan harus menjadi komoditas utama.  Sebagai contohnya adalah dulu di Mangunan Dlingo Yogyakarta komoditas utama wisatanya adalah Kebun Buah Mangunan. Barulah setelah kebun buah tersebut sudah banyak peminatnya, masyarakat setempat berembuk potensi alam apa lagi yang bisa dijadikan wisata, akhirnya terciptalah wisata seribu batu songgo langit. Ide tersebut muncul dikarenakan banyaknya bebatuan besar di lokasi tersebut sehingga masyarakat setempat menambahkan sarana penunjang lainnya seperti jembatan kayu, rumah kayu dan lain-lain.

BACA JUGA:  Membahas Kebijakan Ketahanan Pangan Indonesia Tahun 2024

2.      Masalah yang Terjadi

Selain memutuskan potensi wisata alam apa di desa tersebut , langkah selanjutnya adalah merumuskan hambatan apa saja yang bisa terjadi. Hambatan bisa berupa hambatan fisik, non fisik, sosial dan masih banyak lagi lainnya. Setiap hambatan harus dipecahkan dengan cara yang baik dan benar dan tentunya mufakat  atau disetujui oleh komponen desa.

3.      Memupuk Komitmen

Sulit sekali untuk menyamakan pemikiran dan pendapat. Oleh sebab itu dibutuhkan komitmen yang kuat untuk bisa menyamakan pendapat, menyatukan tujuan dan juga menyatukan persepsi.

4.      Pelatihan

Mengelola potensi wisata alam di daerah yang penting adalah melakukan pelatihan yang dilakukan oleh seluruh komponen desa. Saat melakukan pelatihan ini sangat penting untuk melibatkan pemerintah desa tentang manajemen pariwisata, cara mengelola pariwisata sesuai dengan peraturan pemerintah desa, manajemen tamu dan lain sebagainya. Yang tidak boleh dilupakan adalah wisata alam tersebut harus mendapatkan perizinan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Misalnya potensi wisatanya ada di Gunungkidul maka meminta izinnya di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul setempat.

BACA JUGA:  BI Siapkan Rp 197 triliun untuk Penukaran Uang Lebaran Idul Fitri, Buka Layanan di 4.964 Seluruh Indonesia

5.      Promosi Wisata

Agar potensi wisata alam menjadi berkembang, sebaiknya aktif untuk melakukan promosi melalui media sosial. Saat ini banyak tempat wisata yang sedang ngehits dikarenakan tempatnya begitu instagramable. Semakin banyak pengguna instagram yang mengupload fotonya ketika sedang berada di tempat wisata tersebut maka semakin mudah wisata alam itu akan ngehits dan terkenal. Buatlah akun media sosial baik itu Facebook, Instagram, Twitter, Path dan lain sebagainya dengan nama tempat wisata yang sedang dikembangkan. Memang untuk promosi wisata, foto adalah daya tarik utama. Sehingga fokuslas dahulu ke instagram. Barulah beralih ke media sosial lainnya.