Tanda Baru Kiamat Bumi Muncul dari Samudra Atlantik

Ombak menghantam pantai di Eastern Passage, N.S., Kanada, Sabtu (24/9/2022). Hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah Atlantik Kanada saat badai Fiona melanda pada Sabtu pagi sebagai topan pasca-tropis yang besar dan kuat, dan prakiraan cuaca Kanada memperingatkan itu bisa menjadi salah satu badai paling parah di negara itu. The Canadian Press via AP)

Laporan itu juga menunjukan dampak runtuhnya Amoc, membuat permukaan di Atlantik akan naik satu meter di beberapa wilayah. Sehingga akan menggenangi banyak kota di pesisir.

Selain itu dampaknya musim hujan dan kemarau di Amazon akan berubah, hingga suhu di dunia akan berfluktuasi jauh yang tidak menentu. Juga belahan bumi selatan akan menjadi hangat dan eropa akan mengalami suhu yang dingin drastic dengan curah hujan yang lebih sedikit.

Adapun laporan itu juga mengungkapkan perubahan itu dapat terjadi 10 kali lebih cepat dibandingkan saat ini. Sehingga adaptasi hampir mustahil dilakukan.

BACA JUGA:  Ma'ruf Amin Bertemu Presiden Slovakia Zuzana Caputova

“Yang mengejutkan adalah kita menuju itu,” kata penulis utama makalah tersebut, René van Westen dari Universitas Utrecht.

“Ini akan sangat menghancurkan,” lanjutnya.

Namun Rene mengatakan belum ada cukup data untuk mengatakan hal ini kapan akan terjadi. Namun perubahan dipastikan terjadi.

“Kami bergerak ke arah itu, agak menakutkan. Kita perlu menangani perubahan iklim dengan lebih serius,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *